Februari 28, 2026

Paris Saint-Germain harus melewati laga penuh tekanan sebelum memastikan tiket ke babak berikutnya setelah bermain imbang 2-2 melawan Monaco pada leg kedua play-off Liga Champions UEFA. Hasil tersebut cukup untuk membawa PSG lolos dengan agregat tipis 5-4 dalam duel panas sesama klub Prancis.

Pertandingan langsung berjalan terbuka sejak awal. Kedua tim sama-sama tampil menyerang dan tidak menunjukkan rasa takut. Monaco tampil berani dengan pressing tinggi yang membuat PSG beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya. Intensitas duel fisik pun langsung terasa sejak menit awal.

Monaco berhasil memecah kebuntuan menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-45, Maghnes Akliouche mencetak gol lewat penyelesaian tajam di dalam kotak penalti. Gol tersebut membuat tekanan beralih ke PSG karena agregat menjadi semakin ketat. Suasana stadion berubah tegang, dan babak pertama ditutup dengan keunggulan Monaco.

Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan tempo permainan. Mereka bermain lebih direct dan memaksimalkan sisi sayap untuk membuka ruang. Namun justru Monaco yang kembali menciptakan momen berbahaya lewat transisi cepat. Mamadou Coulibaly sempat mencetak gol pada menit ke-58, membuat pertandingan semakin dramatis.

PSG tidak tinggal diam. Dua menit setelah gol tersebut, Marquinhos mencetak gol penyama melalui sundulan keras memanfaatkan situasi bola mati pada menit ke-60. Gol ini menghidupkan kembali harapan dan mengubah atmosfer pertandingan. PSG tampil lebih percaya diri setelah skor kembali seimbang.

Tekanan terus dilancarkan oleh tuan rumah. Pada menit ke-66, Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol indah lewat aksi individu yang memukau. Ia melewati dua pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan terarah yang tak mampu dihalau kiper Monaco. Skor berubah menjadi 2-2 dan agregat kembali menguntungkan PSG.

Drama belum berakhir. Monaco terus berusaha mencari gol tambahan untuk membalikkan agregat. Pada menit 90+1’, Jordan Teze mencetak gol yang membuat pertandingan semakin menegangkan hingga detik terakhir. Namun secara keseluruhan agregat tetap 5-4 untuk keunggulan PSG.

Pertandingan ini juga diwarnai kartu merah yang membuat tensi semakin panas. Duel keras dan protes dari kedua kubu memperlihatkan betapa pentingnya laga ini bagi kedua tim. Intensitas tinggi sepanjang 90 menit menunjukkan kualitas serta rivalitas yang kuat.

PSG patut bersyukur mampu menjaga keunggulan agregat meski gagal menang di leg kedua. Pengalaman bermain di kompetisi Eropa menjadi faktor penting dalam mengelola tekanan. Mereka mampu tetap tenang di momen kritis dan memanfaatkan peluang secara efektif.

Monaco sendiri tampil luar biasa dan hampir menciptakan kejutan besar. Keberanian mereka bermain terbuka dan menekan PSG menunjukkan mentalitas tim muda yang penuh energi. Meski gagal lolos, performa mereka meninggalkan kesan positif.

Laga ini menjadi salah satu duel paling emosional di fase play-off musim ini. PSG melangkah ke babak berikutnya dengan pelajaran penting: di Liga Champions, fokus hingga detik terakhir adalah harga mati.serius yang tidak bisa diremehkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *