Januari 13, 2026

Paris Saint-Germain (PSG) kembali menunjukkan dominasinya di sepak bola Prancis dengan menjuarai Piala Super Prancis setelah mengalahkan rival abadi mereka, Olympique Marseille, melalui adu penalti dramatis. Pertandingan yang berlangsung di Jaber Al‑Ahmad International Stadium, Kuwait, Kamis malam waktu setempat, berakhir imbang 2–2 setelah 90 menit, sebelum PSG menang 4–1 di babak penalti. Kemenangan ini menegaskan mental juara PSG dan menambah koleksi trofi mereka.

Laga ini berlangsung sengit sejak menit pertama. PSG langsung menekan lini pertahanan Marseille dan berhasil membuka skor pada menit ke‑13. Ousmane Dembélé menjadi pencetak gol pertama dengan aksinya yang cerdas, memanfaatkan celah di pertahanan lawan. Gol cepat ini membuat PSG memegang kendali permainan dan memaksa Marseille untuk lebih agresif menyerang.

Meski tertinggal, Marseille tidak menyerah. Tim asal selatan Prancis itu perlahan mengambil alih penguasaan bola dan berusaha menciptakan peluang. Usaha mereka membuahkan hasil ketika Mason Greenwood mengeksekusi tendangan penalti di menit ke‑76, menyamakan skor menjadi 1–1. Momentum pertandingan pun berubah, membuat tensi semakin tinggi menjelang menit-menit akhir.

Ketegangan memuncak ketika bek PSG, Willian Pacho, secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri pada menit ke‑87. Gol ini sempat membuat Marseille unggul 2–1 dan mengagetkan pendukung di stadion. Namun, PSG menunjukkan karakter juara mereka. Di menit tambahan ke‑90+5, Gonçalo Ramos berhasil menyamakan skor melalui serangan balik cepat yang berakhir dengan tendangan akurat ke gawang Marseille. Skor 2–2 membawa pertandingan ke babak adu penalti.

Di babak penalti, sorotan tertuju pada penjaga gawang PSG, Lucas Chevalier. Ia tampil gemilang dengan menggagalkan dua tendangan penalti dari pemain Marseille, termasuk eksekusi dari Matt O’Riley dan Hamed Traore. Keberhasilan Chevalier ini membuat PSG mendapatkan keunggulan signifikan. Penendang PSG — Gonçalo Ramos, Vitinha, Nuno Mendes, dan Desire Doue — semua berhasil mengeksekusi penalti mereka dengan sempurna, sehingga skor akhir penalti menjadi 4–1 untuk PSG.

Pelatih PSG, Luis Enrique, memberikan pujian tinggi kepada timnya. Ia menekankan pentingnya mental juara dan fokus penuh hingga menit terakhir. Enrique menilai kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tetapi juga tentang strategi dan kesiapan tim menghadapi tekanan dari lawan kuat. Chevalier sendiri menjadi pahlawan karena penampilannya yang menenangkan di bawah mistar gawang.

Kemenangan ini menambah koleksi gelar PSG di Piala Super Prancis dan menjadi semangat baru bagi tim menjelang kompetisi Ligue 1 dan Liga Champions. Selain itu, hasil ini juga menunjukkan bahwa PSG mampu bangkit bahkan ketika tertinggal, menunjukkan kedewasaan tim dalam menghadapi situasi sulit.

Dengan trofi ini, PSG membuktikan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan dominan di Prancis, mampu bersaing dan menang di pertandingan penting melawan rival berat mereka. Chevalier, Dembélé, dan Ramos menjadi bintang utama, dan kemenangan ini menjadi bukti mental juara yang kuat untuk musim mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *