
AC Milan mengawali perjalanan mereka di Serie A 2026/27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadio Olimpico Grande Torino. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Alphadjo Cissè dan Adrien Rabiot membawa Rossoneri unggul pada babak kedua.
Torino baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol spektakuler Ché Adams pada masa tambahan waktu. Gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tuan rumah karena Milan berhasil mempertahankan keunggulan sampai pertandingan selesai.
Ringkasan Hasil Torino vs Milan
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Pertandingan | Torino vs AC Milan |
| Kompetisi | Serie A Italia 2026/27 |
| Pekan | Pekan pertama |
| Stadion | Stadio Olimpico Grande Torino |
| Skor akhir | Torino 1-2 Milan |
| Skor babak pertama | Torino 0-0 Milan |
| Pencetak gol Torino | Ché Adams 90+3′ |
| Pencetak gol Milan | Alphadjo Cissè 64′ dan Adrien Rabiot 66′ |
Daftar Pencetak Gol
- Menit 64: Alphadjo Cissè membawa Milan unggul 1-0.
- Menit 66: Adrien Rabiot menggandakan keunggulan Milan menjadi 2-0.
- Menit 90+3: Ché Adams memperkecil ketertinggalan Torino menjadi 1-2.
Jalannya Pertandingan Torino vs Milan
Milan Menguasai Permainan Sejak Awal
Milan memulai pertandingan dengan berusaha mengendalikan penguasaan bola. Rossoneri memainkan operan pendek dari lini belakang dan secara bertahap mendorong Torino untuk bertahan lebih dalam.
Samuel Chukwueze aktif bergerak dari sisi lapangan dan beberapa kali mencoba membuka ruang di pertahanan Torino. Alphadjo Cissè juga tampil berani dengan bergerak di belakang penyerang utama untuk membantu proses serangan Milan.
Torino memilih bermain lebih disiplin. Tuan rumah menjaga jarak antarlini dan menunggu kesempatan menyerang melalui transisi cepat. Pendekatan tersebut membuat Milan kesulitan menciptakan peluang bersih pada awal pertandingan.
Peluang Chukwueze Digagalkan Mascardi
Peluang terbaik Milan pada babak pertama tercipta menjelang menit ke-30. Chukwueze melakukan pergerakan menuju kotak penalti Torino dan mendapatkan kesempatan untuk melepaskan tembakan.
Kiper Torino, Diego Mascardi, keluar dari posisinya dengan cepat. Ia mampu menggagalkan percobaan tersebut menggunakan kakinya dan menjaga gawang Torino tetap aman.
Penyelamatan itu menjadi salah satu momen penting pada babak pertama. Milan memang lebih banyak menguasai permainan, tetapi mereka belum mampu mengubah dominasi tersebut menjadi gol.
Torino Menahan Milan hingga Turun Minum
Torino beberapa kali mencoba memberikan ancaman melalui Nikola Vlašić, Cesare Casadei, dan Giovanni Simeone. Namun, pertahanan Milan masih mampu membaca pergerakan pemain tuan rumah.
Milan juga berusaha mencari Gonçalo Ramos di dalam kotak penalti. Penyerang tersebut mendapat pengawalan ketat sehingga tidak mempunyai banyak ruang untuk melakukan penyelesaian.
Babak pertama akhirnya berakhir dengan skor 0-0. Milan lebih dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Torino memperlihatkan organisasi pertahanan yang cukup baik.
Pergantian Pemain Mengubah Permainan Milan
Pelatih Milan, Rúben Amorim, melakukan perubahan penting pada menit ke-56. Adrien Rabiot dan Luka Modrić dimasukkan untuk menggantikan Ardon Jashari dan Ruben Loftus-Cheek.
Kehadiran dua gelandang berpengalaman itu membuat aliran bola Milan menjadi lebih cepat. Modrić membantu mengatur tempo, sedangkan Rabiot lebih aktif bergerak menuju wilayah pertahanan Torino.
Perubahan tersebut memberikan hasil hanya beberapa menit kemudian. Milan mulai menemukan ruang di antara lini tengah dan pertahanan Torino.
Alphadjo Cissè Membuka Keunggulan Milan
Milan akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-64. Rabiot bergerak ke posisi yang lebih maju dan mengirimkan bola ke arah Alphadjo Cissè.
Cissè mengontrol bola dengan dada sebelum melepaskan penyelesaian menggunakan bagian dalam kaki kanannya. Bola diarahkan menuju sudut bawah gawang dan tidak mampu dihentikan Mascardi.
Gol tersebut menjadi momen istimewa bagi Cissè. Pemain muda berusia 19 tahun itu berhasil mencetak gol Serie A pertamanya dan membawa Milan unggul 1-0.
Adrien Rabiot Menggandakan Keunggulan
Torino belum sempat membangun respons ketika Milan kembali mencetak gol sekitar dua menit kemudian. Chukwueze mengirimkan umpan silang menuju tiang jauh setelah mendapatkan ruang di sisi lapangan.
Rabiot bergerak ke posisi yang tepat dan menyambut umpan tersebut dengan tendangan voli dari jarak dekat. Bola masuk ke gawang Torino dan mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Dalam waktu singkat, Rabiot berhasil memberikan pengaruh besar. Ia menciptakan assist untuk gol Cissè sebelum mencetak gol kedua Milan.
Torino Meningkatkan Tekanan
Setelah tertinggal dua gol, Torino melakukan beberapa pergantian pemain pada menit ke-70. Ché Adams, Alieu Njie, dan Niccolò Fortini dimasukkan untuk menambah energi dalam permainan tuan rumah.
Masuknya para pemain tersebut membuat serangan Torino menjadi lebih agresif. Njie beberapa kali mampu bergerak melewati pemain bertahan Milan dan mengirimkan bola ke area penalti.
Tembakan Njie Membentur Tiang
Torino hampir memperkecil ketertinggalan ketika Njie memotong ke dalam dan melepaskan tembakan dari sudut sempit. Bola berhasil melewati jangkauan pertahanan Milan, tetapi hanya membentur tiang gawang.
Peluang tersebut menunjukkan bahwa Torino belum menyerah. Tekanan tuan rumah terus meningkat ketika pertandingan memasuki 15 menit terakhir.
Aboukhlal Membuang Peluang Emas
Pada menit ke-83, Njie kembali menciptakan kesempatan berbahaya. Ia mengirimkan umpan silang menuju tiang jauh yang berhasil menemukan Zakaria Aboukhlal.
Aboukhlal berada dalam posisi yang sangat baik untuk mencetak gol. Sayangnya, tendangan volinya dari jarak dekat masih melebar dari sasaran.
Kegagalan tersebut membuat Torino kehilangan salah satu kesempatan terbaik untuk kembali ke dalam pertandingan lebih cepat.
Gol Spektakuler Ché Adams pada Menit Akhir
Torino akhirnya mencetak gol pada menit ke-90+3. Kesempatan tersebut berawal dari tendangan bebas yang dikirimkan Gvidas Gineitis menuju kotak penalti Milan.
Ché Adams menyambut bola dengan penyelesaian akrobatik. Ia mengaitkan bola menggunakan kaki kanannya dan mengarahkannya melewati Mike Maignan menuju sudut atas gawang.
Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-2. Namun, waktu yang tersisa terlalu sedikit bagi Torino untuk menciptakan gol penyeimbang.
Milan mampu menjaga penguasaan bola pada detik-detik terakhir. Peluit panjang kemudian dibunyikan dan memastikan Rossoneri pulang dengan tiga poin.
Statistik Torino vs Milan
| Statistik | Torino | Milan |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 41% | 59% |
| Total tembakan | 8 | 19 |
| Tembakan tepat sasaran | 1 | 4 |
| Tembakan melenceng | 5 | 9 |
| Tembakan diblok | 2 | 6 |
| Tendangan sudut | 2 | 4 |
| Pelanggaran | 10 | 9 |
| Offside | 2 | 0 |
| Kartu kuning | 0 | 1 |
Analisis Pertandingan Torino vs Milan
Milan Lebih Dominan dalam Penguasaan Bola
Milan mencatatkan 59 persen penguasaan bola dan menghasilkan 19 percobaan. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Rossoneri lebih aktif membangun serangan sepanjang pertandingan.
Torino hanya menghasilkan delapan tembakan dan satu percobaan tepat sasaran. Meski demikian, beberapa peluang tuan rumah tetap berbahaya karena satu tembakan membentur tiang dan satu peluang dekat lainnya melebar.
Rabiot Menjadi Pembeda
Adrien Rabiot layak disebut sebagai pemain paling menentukan dalam pertandingan ini. Ia masuk pada menit ke-56 dan langsung mengubah dinamika lini tengah Milan.
Rabiot memberikan assist untuk gol Cissè pada menit ke-64. Sekitar dua menit kemudian, ia berada di dalam kotak penalti untuk menyelesaikan umpan Chukwueze menjadi gol kedua.
Kontribusi satu gol dan satu assist memperlihatkan kemampuan Rabiot dalam membantu serangan. Pergerakannya dari lini kedua menjadi masalah yang tidak mampu diatasi pertahanan Torino.
Cissè Membayar Kepercayaan Pelatih
Keputusan menurunkan Alphadjo Cissè sejak awal terbukti memberikan hasil. Pemain muda tersebut tetap tenang meskipun pertandingan berjalan ketat dan ruang serang cukup terbatas.
Ketika kesempatan datang, Cissè memperlihatkan kontrol serta penyelesaian yang matang. Gol tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi perjalanan pemain muda itu bersama Milan.
Torino Terlambat Meningkatkan Serangan
Permainan Torino terlihat lebih berbahaya setelah sejumlah pergantian pada menit ke-70. Njie memberikan kecepatan, sedangkan Adams menambah ancaman di dalam kotak penalti.
Masalahnya, peningkatan tersebut baru terjadi setelah Torino tertinggal dua gol. Gol Adams pada masa tambahan waktu memperkecil kedudukan, tetapi tidak menyisakan cukup waktu untuk mengejar hasil imbang.
Pemain Kunci Pertandingan
- Adrien Rabiot: mencetak satu gol dan memberikan satu assist setelah masuk pada babak kedua.
- Alphadjo Cissè: mencetak gol pembuka Milan melalui penyelesaian terukur.
- Samuel Chukwueze: memberikan assist untuk gol kedua Milan.
- Ché Adams: mencetak gol spektakuler Torino pada masa tambahan waktu.
- Gvidas Gineitis: mengirimkan umpan tendangan bebas untuk gol Ché Adams.
- Alieu Njie: membuat serangan Torino menjadi lebih berbahaya pada akhir pertandingan.
Arti Kemenangan bagi Milan
Kemenangan ini memberikan awal positif bagi Milan dan Rúben Amorim pada Serie A 2026/27. Rossoneri mampu mengendalikan pertandingan dan menemukan solusi setelah kesulitan mencetak gol pada babak pertama.
Performa Cissè dan dampak langsung Rabiot juga menjadi kabar baik bagi Milan. Kombinasi pemain muda dengan gelandang berpengalaman membuat tim mempunyai lebih banyak pilihan untuk menjalani pertandingan berikutnya.
Pembaca dapat mengikuti informasi hasil pertandingan dan perkembangan sepak bola lainnya melalui meteorbet88. Informasi pertandingan sebaiknya tetap dibandingkan dengan laporan resmi agar pembaca memperoleh gambaran yang lengkap.
Evaluasi untuk Torino
Torino perlu memperbaiki keberanian menyerang sejak awal pertandingan. Mereka mampu memberikan tekanan besar pada akhir laga, tetapi permainan agresif tersebut muncul setelah Milan membangun keunggulan dua gol.
Peluang Njie yang membentur tiang dan kesempatan Aboukhlal menunjukkan bahwa Torino sebenarnya mempunyai kemampuan untuk mengancam pertahanan Milan. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi bagian yang perlu ditingkatkan.
Gol Adams dapat menjadi modal positif untuk pertandingan selanjutnya. Penyerang tersebut memberikan ancaman nyata setelah masuk sebagai pemain pengganti dan membuktikan kemampuannya melalui penyelesaian akrobatik.
Kesimpulan
Hasil Torino vs Milan berakhir 1-2 untuk kemenangan Rossoneri. Babak pertama berlangsung tanpa gol sebelum Alphadjo Cissè membuka keunggulan Milan pada menit ke-64.
Adrien Rabiot kemudian menggandakan skor sekitar dua menit berselang. Torino memperkecil ketertinggalan melalui gol spektakuler Ché Adams pada menit ke-90+3, tetapi Milan tetap mampu mempertahankan keunggulan.
Kemenangan ini ditentukan oleh perubahan permainan Milan pada babak kedua, terutama setelah masuknya Rabiot dan Modrić. Pembaca juga dapat memperoleh pembahasan sepak bola terbaru melalui meteorbet88.