
Newcastle United memastikan langkah mereka ke fase berikutnya usai menaklukkan Qarabag dengan skor 3-2 pada leg kedua babak play-off Liga Champions. Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi wakil Inggris tersebut setelah unggul agregat telak 9-3 dalam dua pertemuan.
Bermain dengan modal kemenangan besar di leg pertama, Newcastle tetap tampil agresif sejak awal laga. Mereka tidak ingin sekadar bertahan menjaga agregat, melainkan langsung mengambil kendali permainan. Strategi itu membuahkan hasil cepat ketika Sandro Tonali mencetak gol pada menit ke-4. Gol kilat tersebut langsung mengangkat atmosfer stadion dan membuat Qarabag berada dalam tekanan sejak dini.
Setelah unggul, Newcastle tidak menurunkan tempo. Serangan terus dibangun melalui kombinasi umpan cepat dan pergerakan dinamis di lini depan. Qarabag mencoba merespons dengan memperkuat lini tengah, namun tekanan tuan rumah membuat mereka kesulitan menjaga kestabilan permainan.
Gol kedua Newcastle lahir lewat Joelinton yang tampil efektif memanfaatkan ruang di pertahanan lawan. Keunggulan tersebut membuat Newcastle semakin percaya diri dalam mengontrol jalannya pertandingan. Hingga turun minum, tim tuan rumah tetap memegang kendali meski Qarabag sesekali mencoba mengancam lewat serangan balik.
Memasuki babak kedua, Newcastle kembali menunjukkan ambisi mereka. Sven Botman memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-52 melalui situasi bola mati yang dieksekusi dengan baik. Pada titik ini, agregat semakin menjauh dan peluang Qarabag untuk bangkit semakin menipis.
Namun Qarabag tidak menyerah begitu saja. Mereka menunjukkan karakter dengan memperkecil ketertinggalan lewat gol Camilo Durán pada menit ke-50, disusul Elvin Cafarguliyev pada menit ke-57. Dua gol cepat tersebut sempat membuat pertandingan kembali hidup dan memberi sedikit tekanan bagi Newcastle.
Meski begitu, pengalaman dan kedalaman skuad Newcastle berbicara di sisa pertandingan. Mereka mampu menjaga organisasi pertahanan dengan disiplin dan tidak panik menghadapi tekanan. Beberapa peluang tambahan sempat tercipta, tetapi skor 3-2 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Secara keseluruhan, Newcastle tampil lebih matang dan efisien sepanjang dua leg. Keunggulan agregat 9-3 menjadi bukti bahwa mereka berada satu level di atas Qarabag dalam duel ini. Performa solid di lini tengah, efektivitas penyelesaian akhir, serta ketenangan dalam mengelola tekanan menjadi kunci keberhasilan mereka.