
Pertandingan Marseille vs Liverpool dalam lanjutan UEFA Champions League 2025–26 menghadirkan tontonan seru bagi para penggemar sepakbola. Digelar di Stade Vélodrome, laga ini menjadi ujian serius bagi Marseille menghadapi tim tamu yang tengah berada dalam performa puncak. Dari menit awal, Liverpool menunjukkan dominasi penguasaan bola, menekan lini tengah dan pertahanan Marseille sehingga tim tuan rumah sulit mengembangkan permainan mereka.
Liverpool membuka laga dengan ritme cepat, memanfaatkan pergerakan pemain sayap dan kombinasi umpan pendek untuk menembus lini belakang Marseille. Meski tuan rumah sempat mencoba mengontrol bola di menit-menit awal, tekanan terus bertubi-tubi dari tim tamu membuat mereka kerap kehilangan penguasaan bola di area kritis. Gol pertama akhirnya tercipta pada penghujung babak pertama. Dominik Szoboszlai sukses mengeksekusi tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter. Bola meluncur deras melewati pagar hidup dan tidak bisa dijangkau kiper Marseille, membawa Liverpool unggul 1–0 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Liverpool tidak menurunkan tempo permainan. Tekanan mereka tetap intens, terutama melalui sisi sayap yang dimotori pemain kreatif. Pada menit ke-65, sebuah serangan cepat berhasil menembus pertahanan Marseille. Jeremie Frimpong mengirimkan umpan silang ke kotak penalti, namun bola mengenai pemain belakang tuan rumah dan berbelok ke gawang. Skor berubah menjadi 0–2, menegaskan dominasi Liverpool di lapangan.
Marseille berusaha merespons dengan meningkatkan tempo serangan. Mereka mencoba menekan melalui kombinasi umpan pendek dan tendangan jarak jauh, namun pertahanan Liverpool tetap solid. Beberapa peluang bersih muncul, tapi penyelesaian akhir Marseille tidak mampu menembus kiper tim tamu yang tampil percaya diri.
Menjelang menit-menit akhir, Liverpool menutup laga dengan gol ketiga. Cody Gakpo yang masuk sebagai pemain pengganti memanfaatkan celah di kotak penalti dan menembakkan bola dengan tenang ke pojok gawang. Gol ini memastikan kemenangan Liverpool dengan skor 0–3, sekaligus memberi mereka poin penting untuk mempertahankan peluang lolos ke babak 16 besar.
Kemenangan ini menegaskan kualitas Liverpool dalam memanfaatkan peluang dan menjaga struktur permainan. Tim asuhan Jurgen Klopp tampil disiplin, efektif, dan tak memberikan ruang bagi Marseille untuk berkembang. Di sisi lain, Marseille harus mengevaluasi lini pertahanan dan efektivitas penyelesaian akhir mereka agar lebih kompetitif di pertandingan berikutnya.
Secara keseluruhan, laga ini memperlihatkan perbedaan kualitas antara tim yang berada di performa puncak dan yang tengah mencari konsistensi. Meski kalah, Marseille tetap menunjukkan semangat juang tinggi, tetapi Liverpool menunjukkan superioritas dalam penguasaan bola, kreativitas serangan, dan ketajaman di depan gawang.