Februari 28, 2026

Pertandingan Borussia Dortmund menghadapi Inter Milan di fase grup Liga Champions UEFA tadi malam berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi tim tamu, Inter Milan, dengan skor 2-0. Laga yang berlangsung di Signal Iduna Park ini menjadi momen penting bagi Inter untuk mengamankan posisi mereka di klasemen grup.

Sejak menit awal, Dortmund mencoba mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan Edin Terzić menekan pertahanan Inter dengan kombinasi umpan cepat dan pergantian sisi sayap. Meski beberapa peluang tercipta, penyelesaian akhir Dortmund kurang tepat dan kerap digagalkan oleh penjaga gawang Inter, André Onana, yang tampil sigap sepanjang pertandingan.

Inter, meski lebih banyak bertahan di awal laga, memanfaatkan serangan balik dengan sangat efektif. Kombinasi kecepatan penyerang dan umpan terobosan dari lini tengah membuat pertahanan Dortmund beberapa kali kewalahan. Tekanan Inter membuahkan hasil pada menit ke-81, ketika Federico Dimarco berhasil membobol gawang tuan rumah. Gol ini lahir dari kerja sama apik di sisi kiri pertahanan Dortmund, dimana Dimarco melepaskan tendangan akurat ke sudut gawang.

Gol Dimarco tidak hanya memberi Inter keunggulan, tetapi juga mengubah pola permainan Dortmund. Tuan rumah yang semula menekan, mulai terbuka di lini belakang dan kesulitan menghadapi transisi cepat Inter. Tekanan Inter berlanjut hingga menit-menit akhir, dan pada masa tambahan, Andy Diouf mencetak gol kedua di menit ke-90+4, memastikan kemenangan Inter dengan skor akhir 2-0.

Statistik pertandingan menunjukkan Dortmund lebih banyak menguasai bola dan mencoba sejumlah serangan ke gawang Inter. Namun efektivitas serangan Inter lebih tinggi, dengan dua peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol. Kedisiplinan lini belakang Inter dan kesigapan Onana menjadi kunci kemenangan tim asal Italia ini.

Kemenangan ini memberikan dampak signifikan bagi posisi Inter di klasemen grup. Dengan tambahan tiga poin, Inter semakin dekat mengamankan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions, sementara Dortmund harus memperbaiki performa mereka di laga berikutnya untuk tetap bersaing di papan atas grup.

Dari sisi taktik, Dortmund terlihat kesulitan menembus pertahanan rapat Inter. Strategi pressing tinggi mereka beberapa kali berhasil diredam oleh transisi cepat Inter yang memanfaatkan ruang kosong di lini tengah. Pemain seperti Dimarco dan Diouf menunjukkan ketajaman dalam memanfaatkan peluang kritis, membuktikan bahwa efektivitas sering lebih menentukan daripada dominasi penguasaan bola.

Secara keseluruhan, laga ini menjadi contoh bagaimana strategi defensif yang solid dan serangan balik cepat bisa mengalahkan tim yang mendominasi penguasaan bola. Dortmund harus mengevaluasi penyelesaian akhir dan koordinasi lini belakang mereka, sementara Inter bisa bangga dengan performa efisien yang menghasilkan kemenangan penting di kandang lawan.

Dengan hasil Dortmund 0–2 Inter, laga ini tidak hanya memperlihatkan kualitas Inter Milan dalam memanfaatkan peluang, tetapi juga menjadi pelajaran bagi Dortmund untuk menemukan keseimbangan antara tekanan ofensif dan soliditas pertahanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *