
Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih gelar Liga Champions UEFA setelah sukses menaklukkan Arsenal melalui drama adu penalti pada partai final. Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut berakhir dengan skor 1-1 selama waktu normal, sebelum PSG memastikan kemenangan dengan skor adu penalti 4-3.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil agresif. Arsenal yang tampil percaya diri berhasil mengejutkan PSG saat laga baru berjalan lima menit. Kai Havertz sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan peluang yang didapat dan membawa The Gunners unggul 1-0 lebih dahulu.
Gol cepat tersebut membuat Arsenal semakin bersemangat untuk menekan pertahanan PSG. Namun, wakil Prancis itu tidak tinggal diam. PSG perlahan mulai menguasai jalannya pertandingan melalui permainan umpan-umpan pendek yang menjadi ciri khas mereka. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSG tampil lebih menyerang. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke lini belakang Arsenal yang tampil cukup disiplin. Upaya PSG akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran di dalam kotak penalti Arsenal.
Ousmane Dembélé yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan pemain asal Prancis tersebut gagal dihentikan kiper Arsenal dan membuat skor berubah menjadi 1-1. Gol itu membangkitkan semangat para pemain PSG untuk terus mengejar kemenangan.
Setelah kedudukan imbang, kedua tim saling jual beli serangan. Arsenal beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat, sementara PSG terus mencoba mendominasi penguasaan bola. Meski begitu, hingga waktu normal berakhir tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Laga kemudian harus ditentukan melalui babak adu penalti. Suasana stadion menjadi semakin tegang karena satu kesalahan kecil saja bisa menentukan nasib kedua tim. Para penendang PSG tampil lebih tenang dan mampu menjalankan tugas mereka dengan baik.
Di sisi lain, Arsenal gagal memanfaatkan seluruh kesempatan yang dimiliki. Beberapa eksekutor mereka tidak mampu menaklukkan penjaga gawang PSG yang tampil gemilang di momen krusial. Setelah rangkaian penalti berakhir, PSG keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.
Keberhasilan ini menjadi momen bersejarah bagi PSG. Setelah bertahun-tahun berinvestasi besar dan beberapa kali gagal di fase akhir kompetisi, akhirnya trofi Liga Champions yang selama ini mereka impikan berhasil diraih. Para pemain, staf pelatih, dan suporter larut dalam perayaan penuh emosional setelah peluit akhir adu penalti dibunyikan.
Sementara itu, Arsenal harus menelan kekecewaan meski tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Meskipun gagal meraih gelar, performa mereka di final menunjukkan bahwa klub asal London tersebut kembali menjadi salah satu kekuatan besar di sepak bola Eropa.
Dengan kemenangan dramatis ini, PSG resmi dinobatkan sebagai juara Liga Champions UEFA setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti 4-3, menutup musim dengan pencapaian terbesar dalam sejarah klub.