Februari 28, 2026

Pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid tadi malam menjadi salah satu laga paling dramatis musim ini. Digelar di Estádio da Luz, Benfica berhasil menaklukkan raksasa Spanyol dengan skor 4-2, menampilkan performa yang penuh energi dan kejutan bagi penonton.

Sejak awal pertandingan, Real Madrid langsung menguasai bola dan mencoba menekan Benfica. Kombinasi lini tengah dan pergerakan cepat di sisi sayap membuat beberapa peluang matang tercipta. Kylian Mbappé berhasil membawa Madrid unggul lebih dulu dengan penyelesaian akurat di menit-menit awal babak pertama, memberikan tekanan kepada tuan rumah.

Namun, Benfica tidak tinggal diam. Tim Portugal ini segera merespons dengan agresif. Andreas Schjelderup mencetak gol penyama skor setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Madrid. Gol ini mengubah momentum, membuat Benfica semakin percaya diri dan menambah intensitas serangan mereka.

Memasuki babak kedua, Benfica semakin agresif dan memanfaatkan setiap kesempatan. Vangelis Pavlidis sukses mengeksekusi penalti yang diberikan setelah pelanggaran di dalam kotak, membawa Benfica unggul 2-1. Keunggulan ini memaksa Real Madrid melakukan perubahan strategi, sementara Benfica tetap disiplin dalam menjaga pertahanan.

Tidak puas dengan satu gol, Andreas Schjelderup kembali mencetak gol melalui tendangan jarak dekat, memanfaatkan umpan matang dari Pavlidis. Skor menjadi 3-1, membuat tekanan terhadap Real Madrid semakin meningkat. Madrid berusaha menekan balik dan Kylian Mbappé berhasil mencetak gol kedua bagi tim tamu, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2, namun waktu yang tersisa tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Detik-detik akhir pertandingan menjadi momen tak terlupakan. Dalam situasi bola mati di masa injury time, kiper Benfica Anatoliy Trubin maju ke depan dan berhasil menyundul bola ke gawang lawan, mencetak gol keempat yang menutup skor menjadi 4-2. Gol ini tidak hanya memastikan kemenangan bagi Benfica tetapi juga memberikan euforia luar biasa bagi para pendukungnya.

Kemenangan ini menegaskan bahwa Benfica mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa. Mereka menunjukkan kemampuan menyerang yang cepat, pertahanan yang disiplin, dan keberanian dalam menghadapi tekanan lawan. Real Madrid, meskipun unggul di awal pertandingan, harus menerima kekalahan akibat kurangnya efektivitas di lini pertahanan dan kecermatan dalam menyelesaikan peluang.

Hasil skor 4-2 menjadi catatan penting di Liga Champions musim ini, memperlihatkan bahwa kejutan selalu mungkin terjadi di sepak bola Eropa. Benfica kini berada di posisi yang kuat untuk melaju ke babak play-off, sementara Real Madrid harus segera mengevaluasi performa mereka untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Laga ini tidak hanya menampilkan gol spektakuler tetapi juga strategi, ketenangan, dan determinasi para pemain yang membuat pertandingan penuh dengan ketegangan dan momen tak terlupakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *