Februari 28, 2026

Stadion bergemuruh saat Persijap Jepara berhasil mengamankan poin penuh dalam laga lanjutan kompetisi Liga 1. Menghadapi tim kuat sekelas Persebaya Surabaya, Laskar Kalinyamat tampil penuh percaya diri dan menutup pertandingan dengan skor meyakinkan 3-1. Laga ini tidak hanya menyuguhkan hujan gol, tetapi juga drama kartu merah dan tensi tinggi hingga menit-menit akhir.

Babak Pertama: Keunggulan Awal Persijap

Sejak peluit pertama dibunyikan, Persijap langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-32. Iker Guarrotxena berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Persebaya. Tendangan terukurnya tak mampu dihalau kiper lawan, mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Skor ini bertahan hingga turun minum, meski Persebaya sempat mencoba menekan untuk menyamakan kedudukan.

Babak Kedua: Kendali Alexis Gómez dan Drama Kartu Merah

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Persijap yang tidak ingin kehilangan momentum terus mencari gol tambahan. Pada menit ke-71, Alexis Gómez memperlebar jarak melalui aksi individunya yang gemilang. Gol ini seolah meruntuhkan mental para pemain “Bajul Ijo” yang sedang berupaya bangkit.

Petaka bagi Persebaya datang pada menit ke-86. Rachmat Irianto harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah dari wasit. Bermain dengan 10 orang di menit-menit krusial tentu menjadi beban berat bagi tim tamu.

Injury Time yang Mendebarkan

Drama sesungguhnya terjadi di masa tambahan waktu (injury time). Persebaya sempat mendapatkan asa ketika Bruno Moreira Soares berhasil mengeksekusi penalti pada menit ke-90+2. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 dan memberikan tekanan psikologis bagi Persijap di sisa waktu yang sangat sempit.

Namun, harapan Persebaya untuk mencuri poin sirna sepenuhnya pada menit ke-90+12. Melalui skema serangan balik cepat, Iker Guarrotxena kembali mencetak gol keduanya sekaligus mengunci kemenangan Persijap menjadi 3-1. Gol brace dari Guarrotxena ini sekaligus menjadi penutup manis bagi perjuangan luar biasa tim asuhan Persijap.

Analisis Akhir

Kemenangan ini membuktikan bahwa Persijap memiliki lini serang yang sangat tajam, terutama dengan performa impresif Guarrotxena dan Gómez. Di sisi lain, Persebaya harus melakukan evaluasi mendalam terkait disiplin pemain di lapangan dan koordinasi lini belakang yang sering kali kecolongan dalam mengantisipasi serangan balik.

Dengan hasil ini, Persijap Jepara sukses mendaki posisi di klasemen sementara, sementara Persebaya harus pulang dengan tangan hampa dan PR besar untuk laga berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *