
Laga antara AS Roma dan US Cremonese berlangsung dengan dominasi jelas dari tim tuan rumah. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Roma tampil percaya diri sejak awal pertandingan dan menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu tim kuat di Serie A musim ini.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Roma langsung menguasai jalannya laga. Mereka memainkan tempo cepat dengan distribusi bola yang rapi dari lini tengah ke sisi sayap. Cremonese lebih banyak bertahan dan mencoba meredam tekanan dengan blok rendah. Meski begitu, Roma sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan di babak pertama. Beberapa peluang tercipta, namun penyelesaian akhir masih belum maksimal. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan Roma meningkat. Tekanan yang terus-menerus akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-59. Bryan Cristante berhasil memecah kebuntuan lewat skema serangan yang terorganisir dengan baik. Gol tersebut menjadi titik balik yang membuat Roma semakin percaya diri dalam mengontrol permainan.
Setelah unggul, Roma tidak mengendurkan serangan. Mereka tetap menekan dan memanfaatkan kelemahan di lini belakang Cremonese yang mulai kehilangan konsentrasi. Pada menit ke-77, Evan Ndicka sukses menggandakan keunggulan lewat penyelesaian yang tenang di dalam kotak penalti. Gol kedua ini membuat pertandingan semakin sulit bagi tim tamu.
Cremonese mencoba merespons dengan melakukan beberapa pergantian pemain, namun Roma tetap tampil solid. Lini belakang mereka disiplin dan jarang memberikan ruang bagi lawan untuk berkembang. Ketika laga memasuki menit-menit akhir, Roma kembali menunjukkan efektivitasnya. Niccolò Pisilli mencetak gol ketiga pada menit ke-86 setelah memanfaatkan celah di pertahanan lawan.
Skor 3-0 menjadi gambaran nyata betapa dominannya Roma dalam pertandingan ini. Mereka tidak hanya unggul dalam penguasaan bola, tetapi juga efektif dalam memaksimalkan peluang. Kemenangan ini menjadi tambahan penting dalam menjaga konsistensi performa di kompetisi domestik.
Sementara itu, Cremonese harus mengevaluasi lini pertahanan mereka yang kerap kesulitan menghadapi tekanan intens. Meski sempat bertahan cukup lama tanpa kebobolan, mereka akhirnya tak mampu menahan gempuran Roma sepanjang 90 menit.
Hasil akhir ini mempertegas ambisi Roma untuk terus bersaing di papan atas Serie A, sekaligus menunjukkan kedalaman skuad dan kualitas permainan yang semakin solid dari pekan ke pekan.