
Pertandingan leg kedua play-off Liga Champions UEFA antara Juventus dan Galatasaray menghadirkan drama luar biasa hingga menit-menit akhir. Bermain dengan tekanan besar untuk mengejar ketertinggalan agregat, Juventus berhasil menang 3-2 di laga ini. Namun kemenangan tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan karena Galatasaray tetap melangkah ke babak berikutnya dengan agregat 7-5.
Sejak peluit awal dibunyikan, Juventus tampil agresif. Mereka sadar membutuhkan kemenangan dengan margin besar untuk menutup defisit dari leg pertama. Serangan demi serangan dibangun lewat kombinasi umpan cepat di lini tengah dan eksploitasi sisi sayap. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-37 ketika Manuel Locatelli sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti. Gol itu membakar semangat publik tuan rumah dan membuat tempo pertandingan semakin meningkat.
Memasuki babak kedua, Juventus semakin percaya diri. Federico Gatti menggandakan keunggulan pada menit ke-70 melalui penyelesaian jarak dekat setelah memanfaatkan situasi bola mati. Stadion bergemuruh karena harapan untuk melakukan comeback semakin terbuka. Tidak berhenti sampai di situ, Weston McKennie mencetak gol ketiga pada menit ke-82 lewat skema serangan cepat yang membuat pertahanan Galatasaray kehilangan keseimbangan.
Namun, Galatasaray menunjukkan mentalitas kuat sebagai tim besar. Meski tertekan sepanjang laga, mereka tidak kehilangan fokus. Di masa tambahan waktu, Victor Osimhen menjadi pahlawan dengan mencetak gol pada menit 105+2’. Gol tersebut sangat krusial karena praktis memupus asa Juventus untuk membalikkan agregat. Tidak lama berselang, Barış Alper Yılmaz kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-119, memastikan skor akhir 3-2 sekaligus mengunci tiket kelolosan.
Pertandingan ini juga diwarnai kartu merah yang diterima Lloyd Kelly pada menit ke-48. Insiden tersebut memengaruhi dinamika permainan karena Juventus harus mengatur ulang strategi pertahanan. Walau tetap mampu mencetak tiga gol, kehilangan satu pemain membuat stamina tim terkuras lebih cepat, terutama saat laga memasuki fase krusial.
Secara keseluruhan, Juventus pantas mendapatkan apresiasi atas semangat juang mereka. Mencetak tiga gol di pertandingan sebesar ini bukan hal mudah. Akan tetapi, efektivitas Galatasaray di momen penentuan menjadi pembeda. Dua gol di masa tambahan waktu menunjukkan ketenangan serta pengalaman mereka dalam mengelola tekanan.
Kekalahan agregat ini tentu menjadi pukulan bagi Juventus yang sebenarnya tampil dominan di leg kedua. Evaluasi menyeluruh dibutuhkan, terutama dalam menjaga konsistensi permainan sejak leg pertama. Sementara itu, Galatasaray melangkah ke fase berikutnya dengan rasa percaya diri tinggi setelah melewati ujian berat di kandang lawan.
Laga ini akan dikenang sebagai salah satu duel paling dramatis di fase play-off musim ini. Intensitas tinggi, pergantian momentum, hingga gol-gol penentuan di menit akhir membuat pertandingan terasa seperti final kecil. Sepak bola kembali membuktikan bahwa segalanya bisa terjadi hingga detik terakhir.