
Real Madrid kembali menunjukkan mental juara mereka di kompetisi Eropa setelah menaklukkan Benfica dengan skor 2-1 pada leg kedua babak play-off Liga Champions UEFA. Kemenangan ini memastikan langkah mereka ke fase berikutnya dengan agregat meyakinkan 3-1. Laga berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit pertama, menghadirkan duel taktik, kecepatan, dan ketenangan dalam penyelesaian akhir.
Benfica justru membuka pertandingan dengan keberanian luar biasa. Tim tamu tampil menekan dan berhasil mencuri gol lebih dulu pada menit ke-14 melalui Rafa Silva. Gol tersebut lahir dari skema serangan cepat yang membuat lini belakang Madrid sedikit lengah. Sepakan Silva yang terarah tak mampu dihentikan kiper tuan rumah. Stadion sempat terdiam, dan tekanan langsung berpindah ke kubu Madrid.
Namun respons Madrid sangat cepat. Hanya dua menit berselang, tepatnya menit ke-16, Aurélien Tchouaméni mencetak gol penyama kedudukan. Gelandang asal Prancis itu memanfaatkan bola liar di luar kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut gawang. Gol balasan instan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Momentum kembali ke tangan Madrid.
Setelah skor imbang 1-1, Madrid mulai mendominasi penguasaan bola. Sirkulasi umpan mereka terlihat lebih rapi, dengan pergerakan dinamis dari lini tengah yang membuat Benfica kesulitan merebut bola. Meski begitu, Benfica tetap berbahaya melalui serangan balik cepat. Beberapa kali lini pertahanan Madrid harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan situasi.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Madrid tampil lebih agresif dengan intensitas tekanan yang lebih tinggi. Peluang demi peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir belum maksimal. Benfica bertahan dengan disiplin, menjaga garis pertahanan tetap rapat dan memaksa Madrid melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
Gol kemenangan akhirnya datang pada menit ke-80 melalui VinÃcius Júnior. Penyerang lincah asal Brasil itu memanfaatkan celah di sisi kiri pertahanan Benfica. Dengan kontrol bola yang tenang, ia mengecoh satu pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan akurat ke tiang jauh. Gol tersebut langsung membakar semangat seluruh stadion.
Setelah unggul 2-1, Madrid bermain lebih matang. Mereka tidak terburu-buru menambah gol, melainkan fokus menjaga ritme dan mengontrol jalannya laga. Benfica mencoba meningkatkan tekanan di menit-menit akhir, namun pertahanan Madrid tampil solid. Koordinasi antar lini terlihat kompak, terutama dalam mengantisipasi umpan silang dan bola mati.
Dengan agregat 3-1, Madrid memastikan diri lolos secara pantas. Kemenangan ini mencerminkan keseimbangan antara pengalaman dan kualitas individu yang dimiliki skuad mereka. Meski sempat tertinggal, ketenangan dan kepercayaan diri menjadi faktor utama keberhasilan mereka membalikkan situasi.
Bagi Benfica, kekalahan ini tetap menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level tinggi. Gol cepat di awal pertandingan membuktikan mentalitas menyerang yang mereka miliki. Namun efektivitas dan kedalaman skuad Madrid menjadi pembeda di momen-momen krusial.
Laga ini kembali menegaskan bahwa di panggung Liga Champions, kesalahan kecil bisa berakibat besar. Madrid memanfaatkan setiap momentum dengan baik dan menunjukkan karakter tim yang siap melangkah lebih jauh musim ini.