
Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan semifinal Piala Presiden 2026. Duel bertajuk Derbi Jawa Timur tersebut berlangsung ketat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa malam, 4 Agustus 2026. Penggemar yang mengikuti hasil pertandingan sepak bola Indonesia juga dapat memperoleh informasi lainnya melalui meteorbet88.
Yuran Fernandes menjadi pahlawan kemenangan Bajul Ijo setelah mencetak satu-satunya gol pada masa tambahan waktu babak pertama. Bek Persebaya tersebut menyambut tendangan sudut Francisco Rivera dengan sundulan yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Arema FC, Muhammad Adi Satryo.
Arema sebenarnya sempat memberikan perlawanan kuat dan bahkan sempat menjebol gawang Persebaya pada menit ke-18. Namun, gol Johan Ahmat Farizi dianulir setelah pemeriksaan VAR menunjukkan adanya posisi offside. Situasi Singo Edan semakin berat ketika Diego Landis menerima kartu merah pada pertengahan babak kedua.
Hasil Persebaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026
Pertandingan Persebaya melawan Arema FC merupakan semifinal kedua Piala Presiden 2026. Persebaya datang sebagai juara Grup B, sedangkan Arema FC berhasil memperoleh tiket semifinal setelah menempati posisi penting di Grup A.
Kedua tim sama-sama membawa ambisi besar. Persebaya ingin mempertahankan perjalanan sempurna mereka dalam turnamen, sementara Arema berusaha mengamankan kesempatan meraih trofi sekaligus memenangkan pertandingan penuh gengsi melawan rival dari Jawa Timur.
| Informasi | Detail pertandingan |
|---|---|
| Pertandingan | Persebaya Surabaya vs Arema FC |
| Kompetisi | Piala Presiden 2026 |
| Babak | Semifinal |
| Skor akhir | Persebaya 1-0 Arema FC |
| Pencetak gol | Yuran Fernandes |
| Pemberi assist | Francisco Rivera |
| Stadion | Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar |
| Tanggal | 4 Agustus 2026 |
| Status | Persebaya lolos ke final |
Daftar Momen Penting Persebaya vs Arema FC
| Menit | Momen pertandingan | Keterangan |
|---|---|---|
| 18′ | Gol Arema dianulir | Johan Ahmat Farizi mencetak gol, tetapi dianulir karena offside. |
| 28′ | Pergantian Persebaya | Francisco Rivera masuk untuk menambah kreativitas lini tengah. |
| 37′ | Peninjauan VAR | Kartu merah untuk Matheus Nascimento dibatalkan dan diubah menjadi kartu kuning. |
| 45+5′ | Gol Persebaya | Yuran Fernandes menyundul sepak pojok Francisco Rivera. |
| 59′ | Peluang Persebaya | Tendangan bebas Jefferson da Silva ditepis Adi Satryo. |
| 67′ | Kartu merah Arema | Diego Landis dikeluarkan setelah menghentikan Miguel Pereira. |
| 90+′ | Pertandingan berakhir | Persebaya mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang. |
Jalannya Pertandingan Persebaya vs Arema FC
Kedua Tim Bermain Hati-hati pada Menit Awal
Persebaya dan Arema memulai pertandingan dengan pendekatan yang cukup berhati-hati. Status pertandingan sebagai semifinal membuat kedua kesebelasan tidak ingin melakukan kesalahan terlalu cepat.
Persebaya mencoba mengalirkan bola melalui Rachmat Irianto, Toni Firmansyah, dan Diogo Sa Ramalho. Ketiga pemain tersebut memiliki tugas menjaga penguasaan bola sekaligus membantu serangan dari lini kedua.
Arema FC memilih menunggu momen untuk melancarkan serangan cepat. Pergerakan Joel Dos Anjos, Gabriel Silva Costa, dan Raiandreson Da Costa Morais berusaha merepotkan pertahanan Persebaya yang dikawal Yuran Fernandes serta Risto Mitrevski.
Tempo pertandingan meningkat secara perlahan. Persebaya lebih sering membawa bola menuju wilayah Arema, tetapi Singo Edan mampu menjaga jarak antarpemain dengan cukup rapat.
Arema Sempat Mencetak Gol pada Menit Ke-18
Arema FC sempat mendapatkan harapan besar pada menit ke-18. Johan Ahmat Farizi berhasil menyelesaikan sebuah serangan dan mengirimkan bola ke dalam gawang Ernando Ari.
Pemain serta pendukung Arema sempat merayakan gol tersebut karena mengira Singo Edan telah membuka keunggulan. Namun, wasit menerima informasi dari ruang VAR untuk melakukan pemeriksaan terhadap proses terjadinya gol.
Hasil peninjauan menunjukkan adanya posisi offside sebelum bola masuk ke gawang. Gol Johan Ahmat Farizi akhirnya dianulir dan kedudukan kembali menjadi 0-0.
Keputusan tersebut menjadi salah satu momen penting pertandingan. Arema kehilangan kesempatan untuk mengendalikan laga melalui keunggulan awal, sedangkan Persebaya memperoleh kesempatan memperbaiki organisasi pertahanan mereka.
Francisco Rivera Masuk Mengubah Aliran Bola
Persebaya melakukan perubahan sebelum pertandingan memasuki setengah jam. Diogo Sa Ramalho ditarik keluar dan Francisco Rivera dimasukkan untuk meningkatkan kreativitas serangan.
Masuknya Rivera membuat distribusi bola Persebaya menjadi lebih terarah. Ia berani menerima bola di area sempit, memindahkan arah serangan, serta membantu Bajul Ijo memanfaatkan situasi bola mati.
Rivera juga memberikan tambahan kualitas dalam eksekusi tendangan bebas dan sepak pojok. Kemampuannya mengirimkan umpan akurat kemudian menjadi faktor penting dalam terciptanya gol kemenangan Persebaya.
Perubahan tersebut memperlihatkan keberanian tim pelatih Persebaya dalam mengambil keputusan. Mereka tidak menunggu hingga babak kedua untuk melakukan penyesuaian terhadap jalannya pertandingan.
Kartu Merah Matheus Nascimento Dibatalkan VAR
Pertandingan kembali diwarnai keputusan penting sekitar menit ke-37. Matheus Da Conceicao Nascimento terlibat benturan dengan Miguel Angelo Pereira ketika mencoba menghentikan pergerakan pemain Persebaya.
Wasit awalnya mengeluarkan kartu merah langsung karena kaki Matheus dianggap mengenai bagian kepala Miguel Pereira. Keputusan tersebut sempat membuat pemain Arema melakukan protes.
Wasit kemudian menerima panggilan dari ruang VAR dan melihat tayangan ulang melalui monitor di tepi lapangan. Setelah melakukan peninjauan, kartu merah dibatalkan dan hukuman untuk Matheus Nascimento diubah menjadi kartu kuning.
Arema tetap bermain dengan sebelas pemain. Namun, kejadian tersebut memperlihatkan tingginya tensi pertandingan dan ketatnya duel antara kedua kesebelasan.
Yuran Fernandes Mencetak Gol pada Injury Time
Ketika babak pertama terlihat akan berakhir tanpa gol, Persebaya memperoleh tendangan sudut. Francisco Rivera mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor.
Rivera mengirimkan bola melengkung menuju area pertahanan Arema. Yuran Fernandes mampu membaca arah bola dan bergerak melepaskan diri dari penjagaan pemain lawan.
Bek asal Tanjung Verde tersebut memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah tiang jauh. Adi Satryo mencoba bereaksi, tetapi arah sundulan Yuran terlalu sulit dihentikan.
Gol itu membawa Persebaya unggul 1-0 pada masa tambahan waktu babak pertama. Para pemain Bajul Ijo langsung merayakan gol yang datang pada momen sangat penting tersebut.
Bagi Arema, kebobolan menjelang turun minum menjadi pukulan besar. Singo Edan sebelumnya mampu bertahan dengan cukup disiplin dan bahkan sempat mencetak gol yang dianulir.
Persebaya akhirnya memasuki ruang ganti dengan keunggulan satu gol. Gol Yuran Fernandes sekaligus mengubah pendekatan kedua tim ketika memasuki babak kedua.
Arema Meningkatkan Tekanan pada Babak Kedua
Arema FC bermain lebih agresif setelah jeda. Singo Edan harus mengejar ketertinggalan sehingga mulai menaikkan garis pertahanan dan mengirimkan lebih banyak pemain menuju wilayah Persebaya.
Persebaya tidak sepenuhnya memilih bertahan. Bajul Ijo masih mencoba melancarkan serangan melalui kecepatan Malik Risaldi, Miguel Pereira, dan Yann Kevin Mabella.
Pertandingan menjadi lebih terbuka karena Arema meninggalkan ruang ketika menyerang. Persebaya beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk melakukan transisi cepat, tetapi penyelesaian akhirnya belum menghasilkan gol kedua.
Adi Satryo Menggagalkan Tendangan Bebas Persebaya
Persebaya memperoleh peluang berbahaya sekitar menit ke-59 melalui tendangan bebas. Jefferson da Silva maju sebagai eksekutor dan melepaskan tembakan langsung menuju gawang.
Bola bergerak dengan arah yang cukup menyulitkan. Namun, Adi Satryo mampu membaca arah tendangan dan menepis bola sehingga gawang Arema tidak kembali kebobolan.
Penyelamatan tersebut menjaga peluang Arema untuk menyamakan kedudukan. Jika Persebaya berhasil mencetak gol kedua, situasi pertandingan akan semakin berat bagi Singo Edan.
Diego Landis Menerima Kartu Merah
Petaka bagi Arema terjadi sekitar menit ke-67. Miguel Pereira berhasil melewati penjagaan dan bergerak menuju area pertahanan Singo Edan.
Diego Landis mencoba menghentikan pergerakan tersebut. Bek Arema itu melakukan pelanggaran ketika Miguel Pereira mempunyai kesempatan untuk mendekati kotak penalti.
Wasit menilai Diego Landis sebagai pemain terakhir yang menghentikan peluang berbahaya Persebaya. Kartu merah langsung diberikan dan Arema harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Keputusan itu membuat tugas Arema semakin sulit. Mereka membutuhkan gol penyeimbang, tetapi pada saat yang sama harus menjaga pertahanan dengan jumlah pemain lebih sedikit.
Persebaya Menjaga Keunggulan Hingga Peluit Panjang
Keunggulan jumlah pemain membuat Persebaya lebih mudah mengontrol penguasaan bola. Bajul Ijo mencoba memperlambat tempo dan memaksa Arema terus bergerak untuk merebut bola.
Meski demikian, Persebaya belum mampu mencetak gol tambahan. Beberapa serangan gagal menghasilkan peluang bersih karena Arema tetap berusaha mempertahankan organisasi permainan.
Singo Edan juga tidak menyerah setelah kehilangan satu pemain. Mereka masih mencoba menyerang melalui umpan panjang dan pergerakan cepat dari sisi lapangan.
Pertahanan Persebaya mampu mengatasi tekanan tersebut. Yuran Fernandes dan Risto Mitrevski tampil disiplin dalam menjaga area kotak penalti, sedangkan Ernando Ari tetap tenang ketika harus mengamankan bola.
Skor 1-0 akhirnya bertahan hingga pertandingan selesai. Persebaya memastikan tiket final, sementara Arema harus menerima kekalahan tipis dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Yuran Fernandes Menjadi Pahlawan Persebaya
Yuran Fernandes menjadi pemain paling menentukan dalam kemenangan Persebaya. Kontribusinya tidak hanya terlihat melalui gol tunggal, tetapi juga melalui kinerjanya menjaga pertahanan.
Sebagai bek tengah, Yuran memiliki tugas utama menghentikan pergerakan penyerang Arema. Ia mampu memenangkan sejumlah duel udara dan menghalau bola yang masuk ke area berbahaya.
Ketika Persebaya memperoleh sepak pojok, Yuran memperlihatkan kemampuannya sebagai ancaman dalam situasi bola mati. Penempatan posisi dan ketepatan waktunya melompat membuat pemain Arema kesulitan melakukan penjagaan.
Sundulan Yuran menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan. Gol tersebut mempunyai nilai besar karena membawa Bajul Ijo menembus pertandingan final Piala Presiden 2026.
Peran Penting Francisco Rivera
Francisco Rivera juga layak mendapatkan perhatian dalam kemenangan Persebaya. Ia memulai pertandingan dari bangku cadangan sebelum masuk pada babak pertama.
Rivera langsung memberikan perubahan terhadap ritme permainan. Persebaya menjadi lebih tenang ketika membangun serangan dan mempunyai pemain yang mampu mengirimkan umpan akurat.
Assist dari sepak pojok menunjukkan kualitas teknik Rivera. Bola yang dikirimkannya mempunyai ketinggian dan arah yang tepat untuk disambut Yuran Fernandes.
Kontribusi Rivera membuktikan bahwa pemain pengganti dapat memberikan pengaruh besar. Keputusan memasukkannya lebih awal menjadi salah satu langkah taktis terpenting Persebaya dalam pertandingan ini.
Lima Faktor Kemenangan Persebaya atas Arema FC
1. Efektivitas dalam Memanfaatkan Bola Mati
Persebaya tidak memperoleh banyak peluang terbuka, tetapi mampu memanfaatkan sepak pojok menjadi gol. Kombinasi umpan Rivera dan sundulan Yuran menjadi pembeda kedua tim.
2. Pertahanan yang Tetap Disiplin
Arema beberapa kali mencoba masuk ke area berbahaya, tetapi lini belakang Persebaya mampu menjaga konsentrasi. Yuran Fernandes, Risto Mitrevski, Arief Catur, dan Jefferson da Silva bekerja keras melindungi Ernando Ari.
3. Pergantian Pemain yang Memberikan Dampak
Masuknya Francisco Rivera mengubah kreativitas Persebaya. Ia tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk memberikan assist dari sepak pojok.
4. Ketenangan Setelah Gol Arema Dianulir
Persebaya tidak kehilangan konsentrasi setelah Arema sempat menjebol gawang. Mereka memperbaiki posisi dan perlahan mengambil kembali kendali permainan.
5. Pengelolaan Pertandingan pada Babak Kedua
Setelah unggul dan mempunyai jumlah pemain lebih banyak, Persebaya tidak bermain secara gegabah. Mereka menjaga penguasaan bola serta mengurangi kesempatan Arema melakukan serangan.
Mengapa Arema FC Gagal Menyamakan Kedudukan?
Arema sebenarnya mempunyai kesempatan untuk mengubah jalannya pertandingan. Gol Johan Ahmat Farizi pada menit ke-18 menunjukkan bahwa mereka mampu menembus pertahanan Persebaya.
Namun, gol tersebut dianulir karena offside. Setelah itu, Arema belum mampu menghasilkan penyelesaian akhir yang benar-benar mengancam secara konsisten.
Kebobolan pada masa tambahan waktu babak pertama juga memberikan dampak besar. Arema harus mengubah rencana permainan setelah sebelumnya cukup berhasil menahan serangan Persebaya.
Kartu merah Diego Landis semakin mempersempit pilihan Arema. Dengan sepuluh pemain, Singo Edan harus menyerang tanpa meninggalkan terlalu banyak ruang di pertahanan.
Arema tetap memperlihatkan semangat sampai akhir pertandingan. Akan tetapi, Persebaya mempunyai organisasi pertahanan yang cukup kuat untuk mempertahankan keunggulan satu gol.
Analisis Taktik Persebaya vs Arema FC
Persebaya menggunakan keseimbangan antara penguasaan bola dan serangan dari sisi lapangan. Rachmat Irianto serta Toni Firmansyah membantu menjaga struktur di lini tengah.
Malik Risaldi dan Yann Kevin Mabella berusaha memperlebar permainan. Pergerakan keduanya membuat bek sayap Arema tidak dapat terlalu bebas membantu serangan.
Arema menggunakan pendekatan serangan balik dan mencoba mengandalkan kecepatan pemain depan. Strategi tersebut sempat menghasilkan gol pada menit ke-18, meskipun kemudian dianulir.
Perbedaan kedua tim terlihat dalam situasi bola mati. Persebaya mempunyai eksekutor berkualitas dalam diri Francisco Rivera serta pemain kuat dalam duel udara seperti Yuran Fernandes.
Setelah kartu merah, Persebaya memilih mengelola pertandingan daripada mengambil risiko besar. Strategi itu berhasil menjaga skor tetap 1-0 sampai pertandingan berakhir.
Susunan Pemain Persebaya vs Arema FC
Persebaya Surabaya
Ernando Ari; Arief Catur Pamungkas, Jefferson Da Silva, Yuran Fernandes, Risto Mitrevski; Diogo Sa Ramalho, Rachmat Irianto, Toni Firmansyah; Malik Risaldi, Miguel Angelo Pereira, Yann Kevin Mabella.
Pelatih kepala: Bernardo Tavares.
Arema FC
Muhammad Adi Satryo; Alfeandra Dewangga, Diego Luiz Landis, Walisson Moreira, Achmad Maulana Syarief, Johan Ahmat Farizi; Matheus Da Conceicao Nascimento, Roberto Pimenta Vinagre Filho, Gabriel Silva Costa, Raiandreson Da Costa Morais, Joel Dos Anjos.
Pelatih kepala: Marcos Santos.
Persebaya Melaju ke Final Piala Presiden 2026
Kemenangan atas Arema membuat Persebaya berhak tampil dalam pertandingan final Piala Presiden 2026. Bajul Ijo akan menghadapi Persib Bandung yang sebelumnya menyingkirkan Persija Jakarta.
Pertemuan Persebaya dan Persib diperkirakan menghadirkan pertandingan menarik. Kedua tim memperlihatkan pertahanan kuat serta kemampuan memanfaatkan peluang penting sepanjang turnamen.
Persebaya membawa kepercayaan diri tinggi setelah mampu melewati fase grup dan semifinal dengan hasil positif. Kemenangan dalam Derbi Jawa Timur juga memberikan tambahan motivasi menjelang partai penentuan.
Namun, tim pelatih tetap mempunyai beberapa hal yang harus dievaluasi. Persebaya belum mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol kedua dan mengakhiri pertandingan dengan lebih nyaman.
Persib memiliki pemain berpengalaman serta serangan yang berbahaya. Oleh karena itu, Persebaya perlu mempertahankan disiplin pertahanan sekaligus meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
Makna Kekalahan bagi Arema FC
Kekalahan 0-1 menghentikan peluang Arema untuk tampil di final. Meski demikian, Singo Edan menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dalam pertandingan dengan tekanan tinggi.
Arema sempat memberikan ancaman pada babak pertama dan tidak langsung kehilangan semangat setelah tertinggal. Bahkan ketika bermain dengan sepuluh pemain, mereka masih berusaha mencari gol penyeimbang.
Masalah kedisiplinan dan penyelesaian akhir menjadi dua bagian yang perlu diperbaiki. Kartu merah Diego Landis membuat rencana permainan Arema menjadi jauh lebih sulit.
Arema juga perlu meningkatkan konsentrasi ketika menghadapi bola mati. Satu kesalahan penjagaan terhadap Yuran Fernandes akhirnya menentukan hasil pertandingan.
Statistik Menarik Persebaya 1-0 Arema FC
- Persebaya memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0.
- Yuran Fernandes mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan.
- Gol Persebaya berasal dari tendangan sudut Francisco Rivera.
- Arema sempat mencetak gol melalui Johan Ahmat Farizi, tetapi dianulir karena offside.
- Francisco Rivera masuk sebagai pemain pengganti sebelum memberikan assist.
- Diego Landis menerima kartu merah pada babak kedua.
- Arema menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain.
- Persebaya mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
- Kemenangan tersebut membawa Persebaya ke final Piala Presiden 2026.
- Persebaya dijadwalkan menghadapi Persib Bandung pada pertandingan final.
Pertanyaan Seputar Persebaya vs Arema FC 2026
Berapa skor akhir Persebaya melawan Arema FC?
Persebaya Surabaya memenangkan pertandingan melawan Arema FC dengan skor akhir 1-0.
Siapa pencetak gol Persebaya?
Gol tunggal Persebaya dicetak oleh Yuran Fernandes melalui sundulan pada masa tambahan waktu babak pertama.
Siapa yang memberikan assist untuk Yuran Fernandes?
Francisco Rivera memberikan assist melalui tendangan sudut yang disambut sundulan Yuran Fernandes.
Mengapa gol Arema FC dianulir?
Gol Johan Ahmat Farizi pada menit ke-18 dianulir setelah pemeriksaan VAR menunjukkan adanya posisi offside.
Siapa pemain Arema yang menerima kartu merah?
Diego Landis menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Miguel Angelo Pereira pada babak kedua.
Siapa lawan Persebaya di final Piala Presiden 2026?
Persebaya akan menghadapi Persib Bandung dalam pertandingan final Piala Presiden 2026.
Kesimpulan
Persebaya Surabaya berhasil mengamankan kemenangan penting 1-0 atas Arema FC dalam semifinal Piala Presiden 2026. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim saling memberikan tekanan sejak babak pertama.
Arema sempat mencetak gol melalui Johan Ahmat Farizi, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. Persebaya kemudian memecah kebuntuan lewat sundulan Yuran Fernandes setelah menerima tendangan sudut Francisco Rivera pada masa tambahan waktu babak pertama.
Situasi Arema semakin sulit setelah Diego Landis menerima kartu merah pada babak kedua. Meski bermain dengan sepuluh pemain, Singo Edan tetap memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan.
Persebaya mampu menjaga keunggulan dan memastikan tempat di final melawan Persib Bandung. Ikuti rangkuman pertandingan, hasil terbaru, dan perkembangan sepak bola Indonesia lainnya bersama meteorbet88.